Mei 31, 2008
sebelumnya saya mau ucapkan happy birthday to surabaya, moga tambah apa aja deh yang baik…
Nerves, grogi, takut salah, dan akhirnya aku belum juga menghasilkan
“ Hore aku bakalan dapat kerja…!!!! ”
Itu adalah reaksi awal saat salah seorang dari pihak imperial ballroom pakuwon indah mengabari aku bahwa aku diminta datang besok ( kemarin-30mei ) untuk sesi wawancara. Seneng ? ya iyalah… pasti, tapi seperti sebelum2nya aku gak akan berani bermimpi terlalu tinggi karena kalu jatuh pasti sakit. Tapi dengan keyakinan seadanya aku siapkan diri untuk besok.
Hari ini aku sibuk sendiri, Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
pengakuan, realita |
Permalink
Ditulis oleh djagung
Mei 30, 2008
20mei08-Waktu itu pukul 17.30 WITA. Tepatnya saat aku dan gie menunggu datangnya “ shuttle bus “ yang akan mengantar kami kembali ke central parkir. Tentunya bukan hanya kami berdua saja, sudah begitu banyak orang yang menunggu kedatang barang satu buah shuttle bus. 15 menit menunggu ternyata membuat para penumpang tak sabaran hingga saat satu buah shuttle bus dating serentak semua orang (termasuk aku dan gie ) berlari mengejar bus tsb. Bukan hanya tidak sabar tetapi juga takut kalau-kalau ini adalah shuttle bus terakhir. Jika ini benar maka tak ada jalan lain untuk tidak berebutan naik shuttle bus ini. Seperti sebuah demo, serentak berlarian mengejar satu buah shuttle yang mungkin hanya bisa memuat kurang lebih hanya 20 orang saja, sedangkan yang berebut lebih dari 100 orang. Tentu bisa dibayangkan betapa susahnya kembali ke central parkir saat petang hari.
Aku dan gie berlari mendekati shuttle itu, tak peduli siapa di samping kami yang penting kami bisa naik dan dapat kembali tepat waktu. Gie melompat masuk lewat pintu samping dengan tanpa membuka terlebih dahulu, karena didalam bus sudah di penuhi orang2. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
realita |
Permalink
Ditulis oleh djagung
Mei 13, 2008
ntuk mimpi yang terlalu tinggi, aku takut jatuh lagi
Do…re…mi…fa…sol…la…si…do…
Do…si…la…sol…fa…mi…re…do…
Agaknya nada-nada dasar diatas sudah tak lagi menjadi sesuatu yang asing di telinga kita. Tentunya tak ada seorangpun yang luput untuk hanya sekedar bersenandung. Begitupun dengan ku, tak ada kesulitan yang endasar untuk sekedar bersenandung untuk sebuah nada dasar. Mengingat semua orang pasti dibekali kemampuan untuk bernyanyi walaupun dngan kualitas yang tak sama. Sedari kita kecil dulu pelajaran yang paling sering kita terima adalah menyanyi, entah apa yang membuat jenjang pendidikan awal kita (TK) memilih menyanyi untuk menyampaikan sesuatu hal. Mungkin mengingat bahwa kita saat itu adalah masih tergolong sebagai anak-anak yang paling mudah menyerap informasi dengan lagu atau nyanyian.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
realita |
Permalink
Ditulis oleh djagung
Mei 13, 2008
( tak semudah kedipkan mata )
Bagi anak kelas 3 sma masa-masa paling menentukan telah mereka lewati, kini tinggal menunggu apakah hasil yang akan didapat sesuai dengan harapan mereka. Tentunya LULUS menjadi sebuah anugerah terindah di akhir masa sma mereka. Lulus bukan berarti mereka telah terbebas menjalani hidup selanjutnya, tapi lebih kepada sebuah awal tantangan baru yang pasti akan lebih berat dari apa yang telah mereka keluhkan sebelumnya. Hidup memang susah, tapi apakah kita akan terus membuat hidup kita lebih susah atau mencoba setidaknya sedikit lebih mudah. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
realita |
Permalink
Ditulis oleh djagung
Mei 10, 2008
kerinduan bintang akan cahaya cinta dalam kegelapan
Terkisah cerita yang telah sampai pada titik paling akhir. Dimana sepasang muda mudi telah katakan “ harus sampai disini”. Berawal dari sebuah perjalanan melelahkan yang mungkin terlalu lelah untuk diingat tapi terlalu indah untuk dikenang. Bulan, seorang wanita yang dikenal sebagai sosok yang tak akan pernah mengenal kata lelah untuk belajar dalam hidupnya. Dan Bintang, sosok pria yang dikenal sebagai seorang yang tak akan pernah berhenti hanya untuk sebuah kegagalan. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
terindah |
Permalink
Ditulis oleh djagung