Digital Imaging Sederhana – koreksi warna

14 04 2012

Mempunyai ponsel kamera agaknya sudah jadi barang biasa untuk khalayak. Begitupun saya pribadi.sudah jadi rahasia umum untuk berfoto dan mengabadikan tiap momen yang di rasa “penting”. Tapi tak selalu foto yang dihasilkan oleh kamera ponsel tak sesuai keinginan (kamera SLR misal). Kamera ponsel memiliki beberapa kelemahan dalam penerimaan cahaya dan juga koreksi warna. Mungkin untuk sekedar di lihat di layer ponsel sudah sempurna, tapi apa jadinya jika dibuka di computer atau laptop? Akan jadi sebuah foto yang sangat mengecewakan, apalagi kalau sampai mau dicetak. Kekurangan ketajaman warna dsb akan jadi masalah pokok dalam kamera ini. Sebagai contoh gambar dibawah ini, apa yang kalian pikirkan?

Foto ini menggunakan kamera digital dengan salah posisi ambil angel. Sehingga jadinya seperti ini. Tak mungkin kalau kita kesana lagi (pantai jumiang – Pamekasan) hanya sekedar mengulang foto ini. Solusinya adalah menggunakan photosop versi apapun. Sebenarnya bias dengan aplikasi lain yang lebih instant, tapi apa salahnya mencoba dari yang dasar sehingga tau bagaimana asalnya hingga foto ini jadi seperti ini.

Oke kita mulai aja , kalau kalian punya photosop versi apapun silahkan dibuka dan masukkan foto yang akan diedit.

Baca entri selengkapnya »





Syurga -Alfatehah Tiga Kali di Hari Jadimu ke 21

18 05 2011

(masuk nominasi 25 besar)

Ku sandarkan punggungku ke bantal di sudut kasur. Ku lepas lelah sedari pagi ku cari rejeki di luar. Terpampang penuh keluh saat aku tengok cermin di sebelah pintu. Tak apa, ini lebih mulia daripada aku letih membuang waktu untuk tidur. Di sebelah cermin, satu bingkai foto berukuran sekitar setengah kali cermin membuka memori beberapa tahun lalu.

Ku pejamkan mata.

Sosok yang ceria dan penuh optimisme selalu terpancar di wajahmu. Tak kau pedulikan apa kata orang dan apa yang mereka nilai dari sosok dirimu. Yang terpenting adalah apa yang bisa kau perbuat hari ini dan orang tersenyum padamu.

Kala itu, mendung sedang bergelayut di langit borneo. Entahlah langit diatas kau berpijak akankah senada. Aku akhiri pekerjaanku, pekerjaan baru jauh dari orang yang aku sayangi. Keluarga dan semuanya. Termasuk sahabat-sahabatku.

Qimo, nama yang aneh menurutku. Unik, tapi itulah dirimu. Beda dua hari umur kita, sering orang anggap kita mirip. Padahal, dilihat dari segi manapun dan dalam gaya apapun tetap saja tak ada yang bisa dukung kita mirip.

Hampir tiap guru di sekolah, bahkan kepala sekolahpun sering anggap kau sebagai aku dan aku sebagai kau. Sering aku dipanggil Qimo, dan kau di panggil DJ (panggilan Dwi januar.red). Tapi kali ini tak akan salah lagi, kita terpisah jauh. Tak lagi sering kita habiskan waktu hanya untuk sekedar berdebat masalah tulis menulis, masalah musik dan masalah prinsip. Kerikilpun sering mengubah pandangan kita terhadap satu sama lain.

Hari ini tanggal 08 Januari 2009, kau berulang tahun. Tak ada yang bisa kuberikan kepadamu sahabat. Aku hanya ingin sampaikan ucapan selamat ulang tahun teruntuk kau di sana. Lewat telepon ku sampaikan berjuta harapan agar kau lebih baik dari hari ini. Inilah indahnya persahabatan, lewat udarapun kau mengaku senang atas ucapanku. Walaupun hanya beberapa kata yang tak penting.

_***_

8 januari 2011

Hari ini ulang tahunmu ke-21 tahun, Baca entri selengkapnya »





Lomba Foto Film ” BATAS “

17 04 2011

yang ngerasa jago motret??? yang ngerasa punya bakat fotografi?? atau yang pengen tempa diri di ajang nasional? boleh kutan event ini nih total hadiah 10 juta. nih infonya (dicopas dari blog resminya lombafotobatas.wordpress.com)
sssst… aku udah kirim loh

kalo mau like n komen gini caranya

Tema : ”Lewati Batasmu”

Formulir registrasi lomba foto “FILM BATAS” bisa diunduh di: http://www.box.net/shared/3x8r7slapx. Formulir registrasi boleh diperbanyak/ fotocopy sendiri.

Ketentuan Lomba Umum
Peserta bebas dari semua kalangan masyarakat, baik profesional ataupun amatir (pelajar dan mahasiswa)
Foto bebas, bisa hitam putih atau berwarna.
Tidak dikenakan biaya pendaftaran alias gratis
Foto merupakan milik pribadi (bukan karya orang lain), belum pernah dipublikasikan ke media massa dan belum pernah meraih hadiah apapun dalam lomba yang lain.
Peserta tidak berhak diperkenankan mencantumkan unsur non fotografis pada foto, misalnya tanda tangan, frame digital, dan atau gambar dalam bentuk apapun.
Pengolahan digital diperkenankan sebatas kamar gelap (Contras, Hue, Croping, Dodging, Burning, Saturation, Level, Curve, Noise Reduction / Dust Removing).
Montase foto tidak diperkenankan dan data exif harus tetap terjaga/tidak ada pengubahan data-data vital pada foto.
Tidak ada korespondensi antara peserta dengan panitia. Segala keputusan panitia dan dewan juri merupakan keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.
Panitia berhak mempublikasikan hasil karya peserta dan hak cipta seluruh karya yang diterima panitia merupakan milik masing-masing peserta
Peserta bertanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya pribadi yang harus dikeluarkan oleh peserta terkait keikutsertaannya dalam lomba ini.
Peserta lomba menyatakan keaslian hasil karyanya dan bertanggung jawab penuh terhadap hasil karyanya tersebut.
Foto tidak boleh mengandung unsur pornografi, SARA, sadisme atau hal lain yang bersifat merendahkan atau melecehkan pihak lain. Tidak diperkenankan meng-upload foto-foto yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan atau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia
Peserta menyatakan patuh dan tunduk terhadap semua keputusan Panitia lomba.
Karya belum pernah memenangi lomba foto lain dan atau digunakan sebagai materi promosi maupun iklan untuk produk atau jasa sehingga foto bebas dari kontrak dari kerjasama dengan pihak lain. Adapun pelanggaran terhadap peraturan yang menyebabkan keterkaitan secara hukum dengan pihak lain adalah tanggung jawab peserta.

Batas waktu pengumpulan foto
Baca entri selengkapnya »





Kala Butir Air Langit Menepuk Debu

26 02 2011

 

Langit mulai menitikkan butiran benih seperti tangismu semalam. Tidak, kau tak menangis, kau hanya mencoba memahami tiap pesan yang tak tersampaikan lewat butiran air langit yang Menepuk desir debu di pijakan kakinya. Kerinduan itu tak pernah terobati meski tak begitu lama terselipnya namamu di hidupku yang sudah sesak dengan jutaan nama yang hanya sekedar aku ingat, bukan yang lebih aku ingat, sepertimu.

 

***

 

Langit masih redup, entahlah mungkin ini memang hari bahagia untukmu. Bukan hanya untuk sesekali menggerakkan pena di atas lembar-lembar kosong diari setelah lembar kemarin yang penuh sesak dengan curahan hati yang masih tercipta kala hujan turun. Mirip lantunan syair pujangga yang mungkin tak pernah tersampaikan kepada awam maksud dan inginnya. Tapi itulah kau, seorang penulis yang merasa dirinya sederhana dan bukan apa-apa. Sebaliknya untukku, sosok yang kurasa tak pernah bermuram, sosok yang penuh ambisi tapi sedikit berapi, mengalahkan kobaranku. Sesekali dia tunjukkan padaku sebuah maha karya tulis yang hanya kau sebut dengan “coretan”, aku pikir itu coretan penuh makna. TAARUF, salah satu mahakarya darimu yang membuat sekat antar kau yang notabene sudah start lebih awal di dunia tulis menulis dan aku seorang yang bukan apa- apa yang ingin juga menggoreskan pena. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.