” Kisah perut seorang lapar “
Mak…kapankah perutku ini berhenti mengeluh barang sebentar saja…? Sebutir biji padi pun tak apalah asalkan ada yang mengganjal perutku. Asalkan aku tetap bernafas untuk perjuangkan nasib perutku besok, lusa dan besok lusa.
E ntah kapan terakhir kali perutku bekerja dengan sibuk-sibuknya, aku lupa. Deru dinding-dinding lambung yang saling bergesek selalu menggelikan telingaku sembari sesekali aku hentakkan tangan ku untuk menahan sakit barang semenit. Tuhan… apakah kau ciptakan lambungku hanya untuk menyiksaku seperti ini??. Atau kau hanya ingin buatku merintih kesakitan tanpa ada sedikitpun belas kasihMU??
Tidak Tuhan, aku tak mau seperti ini. Terakhir kali seingatku, aku sempat kenyangkan perutku. Tapi aku tak tau seberapa kenyang, hingga detik ini aku sudah tak kuat lagi menahan rengekan dinding lambungku yang mungkin sudah mulai “aus” bergesekan sepanjang hari tanpa ada kesibukan seperti dahulu……






Yang sempat singgah