Bias cahaya untuk bulan

10 05 2008

kerinduan bintang akan cahaya cinta dalam kegelapan

Terkisah cerita yang telah sampai pada titik paling akhir. Dimana sepasang muda mudi telah katakan “ harus sampai disini”. Berawal dari sebuah perjalanan melelahkan yang mungkin terlalu lelah untuk diingat tapi terlalu indah untuk dikenang. Bulan, seorang wanita yang dikenal sebagai sosok yang tak akan pernah mengenal kata lelah untuk belajar dalam hidupnya. Dan Bintang, sosok pria yang dikenal sebagai seorang yang tak akan pernah berhenti hanya untuk sebuah kegagalan.
Awal mereka berjumpa pada sebuah perkumpulan orang- orang “super” yang telah dikenal seantero jagad. Bulan dimata bintang adalah sosok yang sangat misterius, tak pandang bulu , dan terlalu menggebu dalam semua urusan yang berhubungan dengan pemikiran. Sebaliknya , bintang dimata bulan adalah sosok yang santai, tak pernah menganggap sulit pemikiran, dan apa adanya. Kedekatan mereka diwawli oleh kepolosan bintang ke bulan, bintang mengungkapkan kegelisahan akan keseriusan bulan dalam masalah pemikiran kepada sohib bulan. Tak disangka dan tak pernah terlintas di dalam pikiran bintang kalau bulan mengetahui apa yang selama ini ditakutkan bintang . faktanya bulan tahu apa yang selama ini jadi ketakutan terbesar dalam diri bintang , ternyata bintang takut terkalahkan oleh bulan dalam urusan pemikiran, mengingat mereka berdua berada di lingkungan yang semuanya serba individualisme dan serba sendiri- sendiri. Alhasil, bintang hanya mendapatkan malu dan sindiran manis dari bulan. Dari sinilah awal kedekatan bulan dengan bintang sampai pada akhirnya bulan dan bintang mengumumkan sebuah jalinan asmara yang pada awalnya terlalu sulit untuk diwujudkan. Tapi berkan kegigihan dean kesabaran keduanya, mereka berhasil menata sebuah rangkaian mata rantai menjadi sebuah satu kesatuan yang erat dan tak akan pernah terputus.

Hari- hari bulan dan bintang tentunya tak sama seperti sebelum mereka menjadi sebuah simbiosis mutualisme yang tak akan pernah bias berdiri jika salah satu jatuh. Hari- hari mereka penuh dengan warna keceriaan, semburat indah dunia sudah tentu tergambar jelas di aura mereka. Tak terkecuali kesuraman- kesuraman yang sesekali sempat muncul menguji kekuatan mereka. Satu dua kali kesuraman itu datang tak menggoyahkan jalinan mereka. Sampai pada akhirnya pada bulan ke-9 badai menerpa jalinan mereka. Bulan dan bintang seakan redup tertutup awan kelabu yang semakin menebal dan sepertinya tak akan memudar. Ketegangan yang terjadi sungguh tak bias menahan hujan yang sempat tertahan oleh bulan beberapa kali. Untuk kali ini hujan sudah tak tertahan kan, sampai akhirnya bulan dan bintang untuk saat ini terpisah oleh mendung yang semakin hebatdan mungkin akan memudar jika salah satu lepaskan eratan yang dulu pernah terjalin indah.

Kekecewaan bulan terhadap bintang memang sungguh besar, bagaimana tidak bintang yang seharusnya menemani bulan setiap waktu baik saat dia tampak maupun tertutup awan kelabu, ungkapkan sebuah kata jenuh untuk bersama bulan. Inilah yang menyebabkan bulan tak mau lagi ditemani oleh bintang untuk melalui hari- hari berikutnya. Bintang menyesal telah katakan yang tak semestinya dia katakan, tapi semuanya sudah berakhir. Kini tak akan ada lagi setitik cahaya terang bintang menemani pendar cahaya bulan yang memucat. Tak akan ada lagi sebuah kebersamaan antar mereka, baik saat mereka bertemu dalam sebuah suasana tanpa awan maupun saat mendung tebal menerpa, tak sepatah katapun keluar dari hati bulan dan bintang untuk sekedar bertegur sapa mengingat kembali masa indah yang pernah mereka lewati atau hanya sekedar untuk menyambung keseimbangan suasana.

Hari- hari ini terasa begitu berat untuk bintang, sepi dan kosong . saat mendung menerpa cahaya terang bintang tak sempat menyentuh hati bulan, bahkan saat terangpun cahaya bintang yang sekarang meredup terkalahkan oleh remang bulan yang semakin berbinar. Kini bintang tak lagi bersinar, bias cahayanya patah karena melihat sang bulan telah tegar dan kembali bersinar terang saat mendung menghadang, bukan dengan bintang melainkan dengan kegelapan malam.

Bintang hanya merindukan kebersamaan yang pernah terjadi dan untuk saat ini bintang yakin bulan masih menyimpan sebias sinar redup untuk bintang.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: