“ Kapan aku jadi penyanyi ? “

13 05 2008

ntuk mimpi yang terlalu tinggi, aku takut jatuh lagi

Do…re…mi…fa…sol…la…si…do…
Do…si…la…sol…fa…mi…re…do…

Agaknya nada-nada dasar diatas sudah tak lagi menjadi sesuatu yang asing di telinga kita. Tentunya tak ada seorangpun yang luput untuk hanya sekedar bersenandung. Begitupun dengan ku, tak ada kesulitan yang endasar untuk sekedar bersenandung untuk sebuah nada dasar. Mengingat semua orang pasti dibekali kemampuan untuk bernyanyi walaupun dngan kualitas yang tak sama. Sedari kita kecil dulu pelajaran yang paling sering kita terima adalah menyanyi, entah apa yang membuat jenjang pendidikan awal kita (TK) memilih menyanyi untuk menyampaikan sesuatu hal. Mungkin mengingat bahwa kita saat itu adalah masih tergolong sebagai anak-anak yang paling mudah menyerap informasi dengan lagu atau nyanyian.

Terlepas dari pemikiran dan masa lalu tersebut, waktu terus menggulirkan kita kepada saat dimana kita sudah tak lagi ada pada keadaan tersebut. Terbersit juga keinginan untuk menjadikan diri kita seorang yang memiliki kemampuan bernyanyi yang mungkin akan dijadikan sebuah profesi atau hanya sekedar hobi semata. Lain ladang lain belalang,Lain lubuk lain ikannya

(pepatah lama nih, walaupun agak gak nyambung) yang pada intinya bahwa dalam konteks kali ini kita bernyanyi bukan hanya sekedar untuk produksi suara yang tak pedulikan bagaimana hasilnya nanti, tapi lebih kepada bagaimana kita menjadikan sebuah lagu tersampaikan pesan dan maksudnya.

Dalam urusan bernyanyi kali ini aku akan sedikit curhat, ciye… curhat nih. Tumben. Keinginan untuk menjadi seorang penyanyi muncul ketika waktu itu kelas 3 smp, meskipun sebelum-sebelumnya sudah jadi penyanyi ( penyanyi kamar mandi tentunya ). Waktu itu ada sebuah reality show yang menyajikan sebuah acara talent search yang salah satunya adalah bernyanyi. Pemenang dari acara tersebut adalah seorang yang benar-benar from zero to hero bagaimana tidak, dari seorang yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa sekarang sudah menjadi seorang yang dikenal banyak orang karena kemahiran menyanyinya. Huh…siapa yang tak inginkan hal itu, termasuk aku juga.

Akhirnya aku masuk ke dalam sebuah band sma ( phobia ) yang belum terkenal dan mungkin tak akan terkenal ( pesimis : style ). Dianugerahi sebuah suara yang tak begitu merusak gendang telinga akhirnya posisi vokalis pun dapat aku tempati. Hari demi hari telah saya lalui untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang penyanyi tapi apa daya mungkin belum waktunya. Jadi sampai saat ini aku masih seorang zero.

Untuk sebuah langkah awal menuju ke yang lebih tinggi mungkin untuk menuju ke level one, two,… dst tentunya tak mudah. Menyanyi tak semudah saat kita TK dulu, tak ada kritik tak ada komentar. Tapi kali ini sungguh sulit menjadi seorang yang dianggap bisa bernyanyi, tak cukup hanya modal suara tapi juga keyakinan dan percaya diri yang tinggi ( nah..itu yang tak mungkin saya miliki ). Dulu pernah aku ikut smaxi idol dan dengan berbesar hati aku mengakui bahwa saingan-sainganku lebih bagus. Juga untuk sebuah acara 17 agustus, dengan segala cercaan dan makian yang mengalir deras kepada band kami ( phobia ), tak dapat menggoyahkan kami untuk tampil di acara tersebut dan maju sebagai runner up, hasil itupun dinilai tak jujur oleh band lain. Itulah kenyataannya, bukan band kami yang salah kan?. Perjuangan masih berlanjut, mundurnya personel-personel band mengharuskan aku juga ikut merasa bahwa band ini tak akan pernah bisa membawa mimpiku jadi nyata. Sebuah reality show yang sekarang sedang tayang pernah aku berniat mengikutinya, segala persyaratan sudah aku penuhi, tapi karena style ku masih pesimis aku urungkan niatku untuk menjajal kesempatan itu. Dan inilah salah satu penyesalan ku. Tapi setidaknya untuk perpisahan kelas besok, saya akan menyumbangkan apa yang menjadi suatu kebanggaan. Saya akan tampil di acara perpisahan di bali besok. Semoga ini awal dari jalan menuju ke mimpi yang bisa dibilang terlalu tinggi. bersama sahabatku, aku akan berikan yang terbaik mudah-mudahan tak mengecewakan. Dan satu Tanya yang tak tau kapan akan terjawab. “ Kapan aku jadi penyanyi ? “.


Aksi

Information

6 responses

19 05 2008
uny

truz, maue kapan donk!!!

20 05 2008
don45

Punya mimpi emang harus dikejar jangan biarkan kekecewaan merenggut mimpi mu !?!?!?!

26 05 2008
djagung

@uny
maune sih secepatnya…tapibelum adajalan… doain ajah

@don45
benertuh…mimpi dikejar bukan kita yang ngejar mimpi

28 05 2008
gii3

wah… pengen jadi penyanyi ya…???
kayaknya asyik juga tuh….
jadi artis dunk…???🙂

30 05 2008
djagung

@ gii3
iya dunkz jadi artis, ntar kalojadi gwe ajak lu juga deh. hahaha🙂 ngayal….

10 06 2008
hidayat127

kan dah nyanyi…
Tuh kan dah jadi penyanyi..
minimal buat diri sendiri dan orang yang kita kasihi…
salam kenal ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: