Jombang Sejuta Kisah (wisata nyali gede)

14 09 2010

Jombang, 13 September 2010

Memasuki hari ke-3 lebaran tahun ini ada sesuatu yang baru untuk di taklukkan. Sembari memeuni janji dengan seorang rekan kerja yang kebetulan tahun ini bisa bertemu sapa. ya… hari ke-3 lebaran diawali dengan perjalanan dari Sby ke Jbg memakan waktu kira2 1,5 jam (udah diitung ) menaiki motor kesayanganku ( Rev*).

Seperti kita ketahui bersama Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.165.720 jiwa (2005). Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.

Jombang juga dikenal dengan sebutan “kota santri”, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).

Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang, di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid, pahlawan nasional KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim, tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid (Cak Nur), serta budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun).

Konon, kata “Jombang” merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa “ijo” dan “abang”. Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.

Terlepas dari definisi kota Jombang kali ini yang akan dibahas adalah wisatanya , Goa Sigolo-golo.

Untuk menuju lokasi di mana gua berada sangatlah tidak mudah, harus menyiapkan stamina yang benar-benar kuat dan keberanian akan ketinggian. Gua Sigolo Golo mempunyai dua daya tarik. Di bawah terdapat sungai kecil dengan air yang sangat jernih, air sungai tetap mengalir meski musim kemarau. Anda harus berjalan ke bawah untuk bisa sampai ke sungai. Di sini stamina anda diuji, jalan menuju sungai menurun dan sangat curam. Pulangnya pun masih melewati jalan yang sama yaitu menanjak.Di atas anda akan menemukan gua dengan lubang yang sangat besar. Jarak dari bibir gua sampai ujung gua tidak lebih dari 5 meter. Untuk menuju gua tersebut juga tidaklah mudah. Anda diharuskan memanjat akar pohon yang sudah berumur. Tenang saja akar pohon tersebut sangatlah kuat. Namun Anda diharuskan sangat berhati-hati, lengah sedikit bisa jatuh dari ketinggian.

Konon menurut sejarah gua ini dulunya dipakai untuk tempat meditasi patih Maudoro ayah dari Damar Wulan pada era kerajaan Majapahit. Kepercayaan setempat mengatakan jika bermeditasi di gua ini dengan niat yang baik akan terkabulkan, sebaliknya jika dengan niat jelek akan mendapat celaka.

Bagaimana menuju ke sana?

Terletak di Desa Panglungan, Dusun Sranten, Kecamatan Wonosalam. Jarak dari Mojoagung sekitar 28 km. Satu-satunya kendaraan umum yang ke Wonosalam hanya kendaraan berkode ‘M’, sebelumnya Anda harus naik kendaraan berkode ‘D2’ untuk ke Mojoagung. Itupun tidak lewat Desa Panglungan, hanya sampai di pemberhentian terakhir Wonosalam. Sangat direkomendasikan untuk membawa kendaraan sendiri. Rutenya pun sangat mudah ditempuh. Hanya mengikuti jalan aspal menuju Wonosalam sampai ke tempat tujuan. Hati-hati jalanan sangat berkelok dan naik turun….

Dikutip dari : http://www.visitjombang.com/id/pariwisata/goa-sigolo-golo.html

tapi kali ini aku dengan 7 teman lainnya memilik naik motor karena lebih seru…jalanan berkelok naik turun dan dikelilingi jurang menambah ketakutan untuk seorang dengan phobia ketinggian sepertiku. tak ada tanda2 atau papan petunjuk bahwa sudah mendekati wisata (kecuali orang asli jombang : apal). sampai di sebuah tikungan, motor nerhenti, (mikir), lho kok gini. sebuah gang kecil dengan beberapa warung kecil penjual makanan dan minuman lengkap dengan tempat parkir. lima ribu rupiah, yah.. itu tarifnya (udah termasuk tarif masuk dan parkir : murah kan??). sesampainya disana disambut dengan pemandangan yang Beeeeeeeh… keren abis….(orang surabaya gak pernah liat ini). perjalanan dilanjutkan ke sebuah tebing batu yang berbatasan dengan jurang tanpa pembatas (orang kalo loncat pasti wassalam). dimanjakan dengan pemandangan yang tak kalah keren, di bagian dasar jurang terdapat sungai dengan batu besar dan arus yang deras membelah disepanjang dasar jurang.

dilanjutkan perjalanan menuruni bukit menuju sungai yang aku ceritakan tadi. keren (masih dengan tampang orang surabaya yang baru pertama liat sungai jernih), basah2an , mandi dll pun tak diragukan lagi. namanya sama2 cowok cuek aja lah…. hehehe

baru sadar kalau tujuan utama adalah goa nya.. namanya juga wisata goa sigolo-golo, yang dicari pasti goanya dong. tanya lah aku ke temenku (orang jombang).

” goa ne endi cup? ” (nama  panggilan temanku)

” tuh diatas, dibawah tebing batu yang kita injek tadi ”

( mikir, dibawah tebing batu yang kita injek tadi ?, perasaan langsung jurang. gimana kesananya??) belum terjawab, udah dijawab temanku.

” abis ini kita ke goa lewat medan yang agak berat “

wah ini pasti seru, pikirku cuma dataran miring licin seperti pas ke sungai tadi. nyampe di tempatnya gimana gak kaget ternyata yang dimaksud agak berat tadi itu adalah lahan miring sekitar 80- 85 derajat tanpa tangga. hanya segerombolan akar pohon yang mencuat melalui tanah pegunungan.

” cup, naiknya lewat mana???” tanyaku

” ya lewat sini, manjat diakar…” jawabnya meyakinkan

buset dah namanya phobia ketinggian, suruh manjat dataran miring hanya dengan akar setinggi 20 meter. jangan bilang aku berani. hehehe

tapi demi si golo-golo, udah jauh2 masa gak naik.

lanjut, temanku ucup duluan. aku setelahnya. betapa takutnya ngeliat kebaha, manjat akar tanpa pengaman. alas kaki cuma sendal jepit yang sering keselip di antara akar pohon. dipikiranku sudah terbayang bagusnya goa si golo-golo yang harus ditempuh oleh medan seberat ini (bagiku). yampe di atas disambut tanah berbatu(tepatnya bibir goa). alangkah terkejut n lunglainya kakiku.

” cup, endi goa ne??”

” ya ini..”  sambil nunjuk sebual lubang batu menganga menjorok kedalam sekitar 5 meter

ini yang dinamakan goa??? wah… seru di manjatnya tadi daripada ngeliat goanya…. konon goa itu terdapat 7 lubang yang dulunya dibuat bertapa jaman kerajaan.

wah gak terbayar deh medan seberat itu dengan goa se bagus ini. ini belum selesai, untuk balik pulang setelah ke goa ini masih harus menempuh jalur yang cukup menantang juga, antara turun dari akar tadi atau manjat tebing ke permukaan bukit???

pilihan yang sulit, akhirnya pilihlah aku lewat tebig batu. berlagak sebagai pendaki prof, tanpa tali pengaman manjat tebing untuk pulang. hm…. gemeter kaki gak aku rasain yang penting selamat sampai atas. gak peduli malu2in, emang udah phobia ketinggian.

hore, akhirnya nyampe ditujuan. yaitu tempat parkir. waduh.,… kayaknya yang ngasih nama itu salah. bukan wisata goa. mengingat goanya jarang di datengi. lha wong medannya gitu. kaum cewek pun yakin gak bakal bisa. lebih tepat wisata pilih sendiri. bisa ke suingai, ke komunitas monyet, atau ke goanya… hehehehe

sayang sekali tempat sebagus ini gak ada perawatan dan kemudahan ke goa…..hmmmmmm… yang penting seru lah. bisa melawan phobiaku.

ini perjalanan ke tebing batu

yang ini sungainya, adem

yang ini abis lolos dari manjat tebing, disambut pemandangan eksotis

bener2 gak dilupakan deh libur lebaran kali ini

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

nb: pulang dari jombang kesurabaya yang normalnya bisa dilalui 1,5 jam kemarin harus 4jam. macet, lewat alternatif pula (jauuuuuuuh)


Aksi

Information

4 responses

15 09 2010
krupukcair

kunjungan balik….. salam kenal

17 09 2010
elmoudy

lengkap sekali ulasannya ttg jombang bro..
kok dikasih nama wisata taruh nyawa heheee…. sangat menantang kayaknya,..,,

” makasih bro… ini sekedar unek- unek aja. bagi pengalaman iya soalnya medan buat ke goanya bahaya sekali. hehehehe ayo kapan- kapan liat “

18 09 2010
Blogger Bahagia

Wah jadi mau kesana sob..
kemarin aku juga udah puas sih di Jombang daerah – Wonosalam
Cuma bukit2 gitu

” ayo sob kapan- kapan bareng kesana, bener- bener menantang sob “

5 10 2010
Alid Abdul

cie cie mengutip dari web gue visitjombang.com hahaha
gemana rasanya hiking di golo golo??? kesiksaaaaaaaa hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: