Setoples Emping Untuk David

18 09 2010

Starship with keragaman

“ Terima kasih teman, walau hanya sekedar emping. Aku tau artinya perbedaan. Menghargai dan dihargai untuk hidup yang terasa berwarna “ Ungkapnya sembari melangkah menuju pintu gereja.

***

Berangkat dari pengalaman pribadi seorang sahabat yang berada di lingkungan yang mayoritas hindhu dan konghuchu. Aku sebenarnaya tak memperdulikan siapa aku, siapa dia, siapa kita , dan siapa mereka. Yang aku permasalahkan adalah pandangan orang terhadap aku yang terlalu plin plan dalam masalah keyakinan. Memang aku berada di lingkungan yang tak seragam, sebut saja lingkungan es campur. Segala macam suku, ras, agama ada di sini. Bukan tidak mungkin satu sama lain saling membaur menjadi sebuah komunitas tapi tak seragam.

Aku seorang muslim dengan kelompok minoritas di tempat ini sedangkan yang lainnya terbagi- bagi menjadi komunitas- komunitas kecil dengan beberapa keyakinan. Sebut saja komunitas hindhu, budha, dan yang paling banyak adalah konghuchu. Dilihat dari keragaman itu mungkin orang akan mengira aku terlalu plin plan dalam keyakinan, mungkin bukan hanya buatku tapi juga buat teman sebaya sepermainanku. David, made, wishnu dan ling ling adalah 4 temanku yang kesemuanya beda keyakinan denganku. Kemana mana kami berlima, entah itu bermain atau mengerjakan tugas kelompok. Bahkan saat David ada kegiatan ibadah di gereja hari minggu 4 lainnya setia menunggu David sampai selesai baru kemudian kami ber lima bermain. Beginilah keadaan di desa, kalau tidak dengan teman sebaya dengan siapa lagi harus bergaul.

Dari rasa saling toleransi itulah orang berpandangan bahwa kami plin plan dalam urusan keyakinan. Bagaimana tidak, saat David ke gereja kami ikut, saat aku ke masjid yang lain juga ikut, saat made ke pura kami juga ikut. Ini bukan sekedar ikut- ikutan tapi hanya sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.

Suatu ketika David yang semula tak masalah dengan pertemanan kami tiba- tiba tak mau lagi bergaul seperti bisaanya.

“ Maaf, aku harus menjauh dari kalian. Ini bukan mauku tapi aku harus “ ucapnya ketika keluar dari pintu gereja

“ kenapa? “ sahut ling ling , “  bukannya sebelum ini kita baik- baik saja vid? Ada apa? Ada masalah atau ada sesuatu yang mungkin bisa kita selesaikan sama- sama “ lanjut ling ling

“ iya Vid , apa lah ynag membuatmu seperti ini. Tidakkan kita memang dari awal sudah sama- sama?” timpal made yang saat itu masih berpakaian ibadah sepulang dari pura.

“ enggak teman, ini hanya akan jadi urusanku dan keyakinanku “ lanjutnya sembari berlalu di jalan setapak di pematang sawah

Aku, mae dan ling ling menyusul. Tapi wisnu melarang.

“ jangan, biarkan dia berpikir dengan apa yang dia katakan “. Ungkap wisnu

Mendengar hal itu kamipun mengurungkan niat mengejar David untuk mengetahui kejelasan apa yang dia ungkapkan.

Sebulan berlalu tak seperti bisaanya, kali ini benar- benar David tak mau bergaul dengan kami. Dia hanya mau bergaul dengan komunitas nasrani di gereja. Entah apa yang terjadi. Berulang kali kami mencoba menemui untuk sekedar ngajak ngobrol tapi dia menolak.

“ ya sudahlah , memang itu yang terjadi. Yang paling penting kita harap semua akan kembali seperti semula “ wisnu memecah keheningan di sebuah gubuk pinggir sawah di pojok kampung tempat kami bisaa menghabiskan waktu seusai aku sholat isya.

Keadaan seperti ini berlangsung sampai waktu puasa tiba . seperti puasa- puasa sebelumnya made, ling ling dan wisnu menghargai aku untuk khuysuk menjalankan amalan baik selama bulan suci ini. Mereka tak mempermasalahkan jika tak bisa lagi kumpul di gubuk pojok setelah sholat isya. Mereka menerima. Sedangkan David, dia masih dengan pemikirannya sendiri tak tau apa yang mesti kami lakukan.

Malam takbiran datang, mungkin ini tak meriah jika dibandingkan dengan kampung yang memang mayoritas muslim. Tapi aku berhasil membuat ini seperti layaknya kampong dengan mayoritas muslim. Ya… masih dengan ke empat temanku ( kali ini ke tiga temanku), walaupun mereka bukan muslim, tapi mereka ikut senang menyambut kedatangan hari kemenangan buatku, juga buat kaum muslim pada umumnya.

“ Allahu akbar… allahu akbar allahu akbar… lailahaillallah hu allahu akbar… allahu akbar walillahilham… “ pekik suara takbir terdengar semilir, karena memang muslim minoritas disini. Keliling menyalakan obor sambil bertakbir memang udah harus aku lakukan. Walaupun temanku yang lain tak tau apa sebenarnya takbir itu. Tapi yang penting mereka sudah mau menghormati agama yang aku yakini udah cukup.

Paginya, seperti halnya lebaran tahun lalu untuk sholat ied saja aku harus ke kampong orang. Setelahnya baru ramah tamah sungkem dengan oang tua dan keluarga. Baru kemudian ke teman- teman. Karena mereka tak tau arti lebaran maka aku yang mengunjungi mereka untuk sekedar menyampaikan maaf jika selama setahun pernah berbuat salah.

Tangan kananku menjinjing sebuah tas plastic berwarna hitam berisi 4 toples emping khusus untuk teman- teman yang senantiasa menemani hariku berpuasa. Mengapa 4, yak arena memang temanku 4 Wisnu, Made, Ling ling , dan tentu saja David. Memang david Masih Belum mau bergaul tapi apa salahnya aku berkunjung. Usai dari rumah Wisnu, Made, dan lingling kami lanjutkan ke rumah David sama- sama. Sampai di depan rumah David kami berempat menanti David membukakan pintu.

“ Ada apa? “ suara david menyapa kami

“ boleh kami masuk ?” timpal ku

“ silahkan “

“ karena ini lebaran, seperti tahun sebelumnya aku datang kesini untuk menyampaikan maafku padamu jika selama ini aku punya salah. “ sembari mengulurkan tangan.

Semua terdiam, hening. Tak ada respon. Pikirku “ David masih seperti itu “

“ ehm…”

Hanya suara deheman dari david. Tak ada yang lain. Dia melangkah masuk kerumah, keluar sudah siap dengan kitab ditangan untuk segera ke gereja.

“ aku harus ke gereja, sudah ditunggu “

“ kami ikut “ sahutku

Tak ada kata iya , tapi kami tetap ikut. Jalan setapak ke gereja yang sedikit jauh dari rumah david mengantarkan kami ber lima pada sebuah akhir dari teka- teki ini. Di tengah perjalanan david memperlambat langkahnya.

“ Memang aku sudah salah selama ini, perbedaan yang aku pikir akan membuat aku semakin jauh dari keyakinanku pada agamaku tak terbukti. Semua yang di omongkan orang padaku hanya sekedar omong kosong . tak ada seorangpun yang akan memaksakan keyakinanya padaku, begitupun denganku “ David memulai pembicaraan

“ Jadi selama ini kamu pikir aku atau teman yang lainnya bakal memaksakan agama kami ke padamu?? Picik, itu sangat picik vid. Kami tak pernah sekalipun ada niatan seperti itu. Kau terlalu menelan mentah- mentah omongan orang tanpa berpikir logis dengan fakta yang telah kita buat selama ini “ aku tersulut emosi

“ iya, aku tau pemikiranku salah. Maka dari itu kali ini aku ke gereja untuk membuktikan apakah kalian masih menghormati aku sebagai seorang yang berbeda dengan kalian. Dan itu terbukti “

“ sekarang apa maumu?? Kami harus menjauh darimu? Kami harus bilang kalau kami ini seorang pemaksa agama?? “ aku semakin menjadi

“ Sudah- sudah. Kenapa jadi rebut begini. Bukannya ini lebaran?? Orang bilang lebaran itu saatnya bermaaf- maafan. Dan asal kalian tau hal seperti ini sungguh memalukan “ Wisnu coba redakan suasana

Mendengar Wisnu yang seorang budha mengerti lebaran, aku jadi terdiam. Emosi seperti tadi adalah sifat setan yang seringkali tak bisa aku pendam.

“ maafkan aku Vid, aku emosi. Aku seringkali tak bisa mengontrol “. Sesalku

“ tak apa , ini memang salahku. Aku yang harus minta maaf pada kalian semua. “

“ sudahlah teman tak ada gunanya bertengkar. Toh sudah lama kita berteman. Tak pantas rasanya kita hancurkan semua hanya karena perbedaan “ kali ini ling ling bersuara

Terdiam sejenak.

“ Aku minta maaf, minal aidin walfaiddin. “ ucap David sembari mengulurkan tangan kepadaku

Aku tersentak, darimana dia belajar kata- kata itu , walaupun belum benar sepenuhnya. Tapi ini setidaknya jadi bukti bahwa dia ubah semua pemikiran tentang kami dengan semua perbedaan yang kami punya.

“ Sama- sama Vid, aku juga minta maaf “

Seketika itu kami saling memaafkan dan kembali seperti sedia kala, tanpa ada permusuhan dan tanpa ada salah paham.

“ ini Vid, sekedar Emping untuk mu “

“ Terima kasih teman, walau hanya sekedar emping. Aku tau artinya perbedaan. Menghargai dan dihargai untuk hidup yang terasa berwarna “ Ungkapnya sembari melangkah menuju pintu gereja

Malamya nanti kami akan sama- sama merayakan kemenangan bagi kaumku dengan berkumpul di tempat bisaanya dengan formasi lengkap. Alhamdulillah…. Hari kemenangan tak harus dirayakan dengan kaum seragam. Dengan keragaman pun bisa

Writing Contest Pesta Blogger 2010

* Dari cerita singkat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa. Keragaman itu memiliki arti sangat penting dalam kehidupan social. Bisa dibayangkan jika semua orang didunia ini laki- laki semua. Apa jadinya? Atau semua orang didunia ini dengan satu keyakinan saja? Maka hal- hal indah seperti saling toleransi antar umat beragama mungki tak akan pernah terjadi. Karena memang semua sepaham. Mari kita rayakan keragaman dengan saling memafkan, saling toleransi dan saling memberi walaupun hanya sekedar emping tapi jika bisa membuat kita satu. Mengapatidak???

.


Aksi

Information

13 responses

18 09 2010
Blogger Bahagia

aku bagi empink nya sob.. hehehe

” boleh… nih “

18 09 2010
Usup Supriyadi

idealnya memang harus begitu.
dan saya suka sekali dengan pemaparan di atas…

” makasih mas…. salam kenal ”

18 09 2010
Dodi

Idealita yang indah, mari buktikan menjadi realita

” ayuk mari sama- sama “

20 09 2010
pelangiituaku

ayooo temen-temenku tersayang! tingkatkan pahala kalian dengan membaca artikel yang saya buat dan memberikan komentar dan LIKE kalian pada blog saya : http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/ !!! jangan lupa yaaa… makasiiih ^_^

” ok, segera dicek “

21 09 2010
hadisome

membaca ini, rasanya sudah saatnya kita menumbuhkan kembali toleransi beragama kita.
btw mas, coba diedit lagi, biar bahasa HTMLnya gak keluar, dan keluar dalam bentuk gambar. taruh kode HTML nya pada html.
salam kenal

” makasih mas koreksinya… sudah saya perbaiki “

22 09 2010
yayan

bagus mas ceritanya.. salam kenal..

24 09 2010
indahkasihku

Salam Djnuar.
Pengkisahan sebuah persahabatan yang sangat tinggi nilainya.
perbedaan agama bukan seharusnya menjadi penghalang buat membenih persahabatan yang indah dn jitu. Yang penting keikhlasan dan saling hormat menghormati. Indah terharu membaca tulisan saudara ini.

kalau di Malaysia, perayaan budaya pelbagai rumpun disambut dengan baiknya dan menjadi acara negara. Kerana itu konsep 1 malaysia menjadi gagagsan terkini bagi merapatkan jurang antara agama dan bangsa@kaum. Salam dari Indahkasihku.

24 09 2010
Teras Info

kita itu memang harus saling toleransi antara satu dengan yang lainnya….perbedaan agama bukan berarti kita tidak bisa saling bersahabat…he…he..he…

Terimakasih banyak…
salam kenal…n…salam persahabatan…

30 09 2010
iwan prasetya

orang yg bisa merasakan keindahan dlm perbedaan, bukan saja org yg punya esensi nasionalisme. tapi juga seorang yg sudah terbuka matanya, dan diberi hidayah Allah, sebab Allah sendiri memang sengaja menciptakan perbedaan-perbedaan agar manusia mempelajarinya, sbg suatu kontemplasi ilmiah

2 10 2010
pelangiituaku

halooo
kawan pelangii^^
apa kabar??
oia.. ini ada oleh” dari pelangii..
awar buat kaliann..
silakan diambil di
http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/10/02/kejutan-award-blog-dari-dua-teman-blogger-pelangi/

salam,
pelangiituaku

5 10 2010
Alid Abdul

nice story ^^
gue punya banyak temen kristiani dan khong hucu..
ga pernah ada tuh kita ribut soal agama ^^
malah klo hari raya masing2 kita bagi-bagi kebahagian bagi2 kue, undang makan-makan,…

agamamu agamamu agamaku agamaku ^^

dunia ini indah dengan perbedaan tapi jangan jadikan perbedaan sebuah perpecahan ^_^

6 10 2010
Alam

emping bikin encok + pegal linu:mrgreen:

24 11 2010
thogenk

salam kenal, kunjungan balik ditunggu di sini http://thogenkcommunity.blogspot.com/ dan http://thogenkcommunity.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: