Eksotika Pantai Camplong & Pantai Jumiang Madura

8 04 2012

Kekagumanan saya terhadap pantai sepertinya memang bawaan lahir. Se jelek apapun pantai akan terasa indah di mata saya. Setelah perjalanan saya sebelumnya menikmati pantai di jawa (Pantai Dalegan, Parangtritis, Tanjung kodok, Sendang biru, Kenjeran dll ) dan beberapa pantai di Bangkalan dan Sampang ( Pantai Siring Kemuning, Pantai Madegan & Pantai Nepa ) yang bisa dibilang luar biasa dengan masing-masing keunikannya, sayangnya itu hanya tercacat manis dalam hati (vakum ngeblog), kalaupun saya post itu sudah cerita basi hehehe.

Agaknya ajakan seorang kawan dari pulau garam menyusupkan penasaran amat dalam tentang betapa eksotisnya pantai-pantai di pulau terdekat dengan Surabaya ini. Dari pantai dengan air yang lebih mirip susu coklat adik saya hingga airnya yang lebih mirip kubangan air kotor di belakang rumah pernah terbias sedikit indah di memori, tapi lain kali ini. Sahabat Madura saya menawarkan sensasi tiga pantai eksotis di Madura. Camplong di Sampang, Jumiang di Pamekasan dan yang paling terkenal adalah pantai Lombang di Kota paling ujung Madura , Sumenep.

Kekagumanan saya terhadap pantai sepertinya memang bawaan lahir

Kemarin (jumat 6/4/12) dengan rencana awal berkunjung ke Madura dari jam 6 pagi tergeser karena ada keperluan foto prawedding seorang kawan yang kebetulan sudah dekat dan karib dengan saya (Ardi), maka tak enak jika katakan tidak bisa. Rencana berubah, perjalanan jam 7 pagi yang bergeser menjadi 7.30 karena saya kesiangan ( biasa ) dengan tujuan Lamongan terlebih dahulu. Pukul 7 pagi sudah stanby sahabat saya di rumah, tapi saya malah masih tidur. Hehehe…

7.30 seperti yang saya katakan tadi kami (saya dan sahagat saya. Red) berangkat menuju tempat foto. Saya piker Surabaya Lamongan mungkin sekitas satu setengah jam tapi kenyataannya 3 jam berlalu. 2 jam perjalanan dengan jalan aspal dan sisanya jaan berbatu dan paving jadi pelengkap. Memang tempatnya bukan di Lamongan tapi di perbatasan antara Lamongan dan Bojonegoro. Jauhnya…. 10.30 sampailah kami di tempat yang direncanakan. Saya berharap ada pantai di sini, tapi sayangnya ini bukan pesisir.jadi kerja tetaplah kerja hihih. Back to topic. Pukul 13.00 usai sudah sesi foto bersama sahabat. Kami lanjutkan perjalanan ke Sampang kurang lebih sekitar 180 km dari Lamongan ini.fuuih itu sepertinya melelahkan.

Hari libur nasional mempermudah perjalanan dari Lamongan ke pintu masuk Suramadu, betapa tidak. Jalanan lengang sepi kendaraan. Hanya sesekali beberapa mobil pribadi dan truk pengangkut bahan bangunan melintas, itupun sesekali. Sekitar pukul 14.30 sampailah ke pintu masuk suramadu, kali ini juga sangat lengang. Sepeda motor kopling melaju di atas jembatan terpanjang di Indonesia ini. Kami melambatkan laju motor hanya sekedar menikmati lautan dari atas jembatan ini. Itu alasannya mengapa saya bilang bawaan lahir kalo suka pantai. Hehehe tau sendiri kan laut di bawah suramadu tergolong laut “ sangat eksotis “ (baca: keruh). Tak mengapa , saya tetap menikmatinya.

Singkat cerita sampailah di Sampang sekitar pukul 16.30. disambut dengan banjir di sepanjang jalanan kota Sampang yang akhir-akhir ini terjadi dan diberitakan di media. Celanaku tak berbentuk, punggungku terasa kaku apalagi mataku semakin panas dan terhipnotis udara sehabis hujan, mengantuk. Sampai akhirnya tertidur di kasur setelah tiba di rumah sahabat di Sampang. Begitupun Ardi, wajarlah mungkin capeknya dia 2x lipat dibanding saya yang notabene tak bias nyetir motor pakai kopling. Dan mala mini dihabiskan dengan beristirahat total dan ditutup dengan makan rujak kuah ASLI sampang tengah malam buta. Rujak kuah ini sebenarnya Cuma rujak biasa, bedanya kalau di Surabaya pakai petis jadi warnanya hitam tapi yang ini Cuma sambal kacang lalu di beri mie kuning plus kuah seperti lontong balap. Jadi sebenarnya ini rasanya rujak tapi tampilannya mirip lontong balap. Cuek aja yang penting enak.

***

Paginya sederet acara dipersiapkan mulai dari berbagi ilmu di sebuah SMP di sana sampai tiba saat yang paling aku tunggu. Jalan-jalan ke pantai sesuai janji Sahabatku. Perjalanan dimulai pukul 10 pagi meleset dari rencana awal pukul 8 ( sudah biasa ya ? ).hihihi. . . . Pantai pertama yang akan kami (Saya, Ardi, dan 4 sahabat dari Sampang) tuju adalah pantai Camplong jaraknya sekitar 10km dari Sampang. Sebelumnya ingin kunjungi pelabuhan juga, tapi sayangnya kami diusir karena pelabuhan sedang di renov. Sekitar 20 menit sampailah kami di pantai Camplong. Terletak di pesisir selatan Madura, di depannya berdiri sebuah hotel wisata Sampang. Mungkin maksudnya nginep sambil wisata kali ya… berbeda dengan 2 pantai yang tempo hari saya kunjungi di Bangkalan. Jangankan hotel. Toilet saja belum ada. Karena air laut pasang maka niat untuk bermain pasir yang katanya putih urung dilakukan kalo gak mau tenggelam terbawa ombak.

Pantai berwarna biru kehijauan dengan ombak sedang menyejukkan mata, terbayar sudah kelelahan dari kemarin. Pantai ini diresmikan tahun 1991 loh tapi kok fasilitasnya masih gini ya? . penjual rujak dan aneka makanan lainnya tersedia apalagi ada satu warung di bibir pantai menambah tantangan tersendiri, makan rujak dengan pemandangan laut lepas. Ombak menari di bawah tempat duduk, basah-basahan jadi daya tarik. Semalam sudah makan rujak kemudian tadi pagi juga makan rujak Madura yang beraroma ikan. Hmm… tak menarik bagiku. Kemudian rujak di Camplong lebih mirip rujak manis jawa.beda di petisnya saja.

Pantai ini cukup menarik dengan tiket masuk hanya 2000 saja, itu sudah termasuk parkir motor. Petualangan di lanjutkan dengan naik perahu ke tengah laut, tariff yang dikenakan cukup murah hanya 5.000 per kepala. Tapi karena saya bawa pasukan dari Sampang akhirnya dikira turis domestic jadinya harga diturunkan jadi 3.000 per kepala, lumayan lah buat minum nanti. Setelah puas jeprat jepret di tengah laut, sempat ngerjain tukang perahunya juga. Puas sudah di pantai ini.

Kemudian perjalanan berlanjut ke pantai Jumiang jaraknya sekitar 60 km dari Pantai Camplong sekitar satu jam dengan kecepatan normal. Berhenti sejenak untuk sholat Dhuhur di UNIRA ( univ. Madura ) walaupun bukan mahasiswanya numpang sholat boleh lah. Kemudian dilanjutkan sekitar 45 menit ke Jumiang. Sepanjang perjalanan disuguhi pantai biru karena memang daerah pesisir . warna biru tua, biru muda, kuning bahkan hijau menjadi pemandangan menyejukkan dari pantai sepanjang jalan Sampang – Pamekasan. Menjadi sebuah surga tersendiri bagi saya pengagum pantai.

Pantai Jumiang terletak agak terpencil memasuki pelosok desa, tak heran bila keasliannya masih terjaga ya, walaupun beberapa bangunan penuh dnegan coretan tapi yang paling penting lautnya masih bersih. Tak seperti di Pantai Camplong yang mengenakan tariff masuk, di pantai ini taka da tiket masuk bahkan tak ada orang sama sekali. Sepi. Belum ada yang mengelola. Dari bangunan yang ada sepertinya pantai ini sempat dikelola tapi mungkin karena letaknya sangan jauh dari kota jadinya seperti sekarang ini. Tak terjamah. Karakteristik pantai inipun berbeda dengan pantai Camplong . airnya biru muda dengan ombak kecil. Tak ada satu lembar sampah pun terlihat. Batu karang besar menghias bibir pantai tanpa pasir ini. Jadi ingat film lascar pelangi. Puluhan foto tercipta di lukisan Tuhan yang indah ini. Mendaki batu karang tajam dan menuruni jurang terjal seakan sekali lagi terbayar begitu melihat pantai biru seperti ini. Terpaksa kami pulang setelah puas dengan dua pantai ini, mendung semakin bergelayut dan sayapun semakin resah karena sore ini juga harus kembali ke Surabaya karena keesokan hari harus kembali ke habitat asli, pekerjaan.

Pantai terakhir sebenarnya lebih indah dari ini. Pantai Lombeng dengan pasir putih dan ratusan pohon cemara di sekelilingnya sudah sempat menelusuk kepala. Tapi apa daya, bias sunset di Lombeng hanya angan saja. Mungkin lain waktu. Tapi kali ini benar-benar menyenangkan. Benar-benar perjalanan melelahkan dan menyenangkan. Thanks to Sahabat sampang dan tentu saja kepada Ardi yang setia menemaniku dan memboncengku hingga tiba dirumah dengan selamat pukul 18.30  semoga lain waktu bias menjelajah Madura lagi, menghabiskan wisata pantainya, menikmati makannaya. Dan merasakan kebersamaan yang tercipta. Jadi pantai mana menurut anda yang lebih indah? Atau pantai mana yang akan anda pilih untuk menjadi tujuan wisata anda di akhir pekan ini ?

lihat koleksi fotonya nih

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Aksi

Information

3 responses

25 10 2012
nophie

artikelnya bagus,
di manura memang banyak keindahan yg tersembunyi

3 01 2013
phujie

tgl 1/1/13 sy jg ke pantai camplong, wah… pantaix biasa aja sich…

4 01 2013
djanuar

Y kalau d bandingkan dengan pantai di Surabaya itu lebih bgus….🙂

Tp kmbli lg pada personalnya. Kl sy mmg dasarny suka pantai. Jd y yg kyk gt ud bgus hehe

Trmksh sdh brknjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: